Kamis, 04 Oktober 2012

MARGA SIMALUNGUN

MARGA SIMALUNGUN

Di Suku Simalungun, terdapat empat marga pokok yang sering disingkat dengan kata SISADAPUR , yaitu :
  1. Sinaga
  2. Saragih
  3. Damanik
  4. Purba
                                   (http://www.facebook.com/siantarman.distro)

Dimana disetiap marga tersebut memiliki cabang marga.
Simalungun mengenal 4 marga (morga) yang kerap disebut dengan morga sioppat, yaitu Sinaga, Purba, Saragih, dan Damanik atau disingkat dengan SIPASADA. Hubungan kekeluargaan, asal, dan silsilah (tarombou) dari keempat marga ini belum dapat ditentukan secara ilmiah, namun yang pasti mereka ini saling bersanina, bertondong, dan beranak boru dalam bingkai Tolu Sahundulan Lima Saodoran dengan berfalsafah hidup pada Habonaron Do Bona.
Marga Sinaga mengenal beberapa cabang marga dengan kategori berikut:
1. Cabang asli Simalungun, yaitu Dadihoyong, Porti, Simaibang, dan Simanjorang
2. Cabang dari Toba, yaitu Bonor (Pande, Suhut ni Huta atau Sidasuhut), Uruk, Oppu Ratus. Lalu ada beberapa marga lain yang dahulu pada masa eksisnya kerajaan-kerajaan Simalungun berafiliasi dengan marga Sinaga, di antaranya seperti Sipayung, Silalahi, Sihaloho, Sitorus, Sirait, Butar-Butar, Manurung, Sinurat, dan lain-lain.
Marga Purba mengenal beberapa cabang, yaitu:
1. Cabang asli Simalungun meliputi Tambak, Sidasuha, Sidadolog, Sidagambir, Siborou, Sigumonrong, Silangit, Sihala, Tua, Tanjung, Tondang, Tambun Saribu, dll
2. Cabang dari Pakpak, yaitu Pakpak (dari Tungtung Batu) dan Girsang (Lehu).
3. Cabang dari Toba yaitu Manorsa, cabang marga ini hanya dijumpai di daerah Haranggaol. Sementara itu, untuk marga Purba Toba yang banyak bermukim di daerah Dolok Sanggul juga mengenal beberapa cabang, seperti Sigulang Batu, Parhorbo, dan Pantom Hobon.
Kaitan antara marga Purba Simalungun dengan Purba Toba ini, penulis berpendapat keduanya berasal dari satu keturunan, namun saya belum mampu menguraikan siapa yang lebih dulu ada di antara keduanya. Purba yang dikaitkan dengan Simamora, Manalu, Debataraja, Rambe, dan Lumban batu, penulis berpendapat mereka tidak ada hubungan satu sama lain.
Sebagaimana halnya marga di atas, marga Saragih juga mengenal cabang-cabang dengan kategori berikut:
1. Cabang asli Simalungun, yaitu Sumbayak, Garingging, Sidasalak, Sidajawak.
2. Cabang dari Toba, yaitu Turnip, Siadari, Sijabat, Sidauruk, Simanihuruk, Sinapitu, Siallagan, Sitio, Sidabutar, Sidabalog, Simarmata, Sitanggang, Ruma Horbo (di Simalungun membentuk cabang baru yaitu Simaronggang) , Tamba, dan Sidabaho (Naibaho), dll.
3. Cabang dari Karo, yaitu Munte.
4. Lalu beberapa cabang yang belum diketahui secara pasti keberadaannya apakah sebagai cabang asli atau pendatang seperti Sidamuntei, Parmata, Sidapulou, dan Simatondang.
Demikian juga marga Damanik mengenal beberapa cabang, yaitu:
1. Cabang asli Simalungun, yaitu Rappogos, Malayu (asal marga Malau), Barotbot, Usang, Bayu, Sola, Sarasan, Rih, Hajangan, Simaringga, dll.
2. Cabang dari Toba, yaitu: Manik (Raja), Malau, Gurning, Tomog, Ambarita (Bariba), Limbong, Sagala, dll. (http://simalungunonline.com/marga-marga-simalungun.html)

Horas...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar